Warga Binaan Lapas Perempuan Tingkatkan Kompetensi dan Keterampilan Melalui Program Bina Mandiri 

    Warga Binaan Lapas Perempuan Tingkatkan Kompetensi dan Keterampilan Melalui Program Bina Mandiri 
    Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa melakukan kegiatan yang diikuti oleh 10 orang warga binaan ini berlangsung dengan pendampingan petugas melalui program BINA DIRI (Pembinaan Kemandirian) Jumat (27/3/2026).

    GOWA, SULSEL - Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa terus berkomitmen meningkatkan kemampuan dan kompetensi bagi warga binaan melalui program BINA DIRI (Pembinaan Kemandirian). 

    Kegiatan pembinaan tersebut fokus pada bidang kerajinan tangan, yakni pelatihan pembuatan tas granny square.

    Kegiatan yang diikuti oleh 10 orang warga binaan ini berlangsung dengan pendampingan petugas dari Seksi Kegiatan Kerja. 

    Menariknya, program pembinaan ini juga memberdayakan warga binaan yang telah memiliki kompetensi di bidang tertentu untuk menjadi tenaga pengajar, sehingga proses pembelajaran tidak hanya membangun keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kepemimpinan, dan semangat berbagi pengetahuan antar sesama warga binaan.

    Adapun program BINA DIRI yang dilaksanakan di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa mencakup berbagai bidang keterampilan, seperti penjahitan, kerajinan tangan, tata boga, jasa salon, hingga perkebunan.

    Pada pelaksanaan kali ini, materi yang diberikan berfokus pada prosedur pembuatan tas rajut granny square sebagai salah satu bentuk keterampilan produktif yang memiliki nilai kreatif dan ekonomis.

    Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan nyata sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

    “Program pembinaan kemandirian ini kami hadirkan sebagai wujud komitmen Lapas Perempuan Sungguminasa dalam membangun warga binaan yang produktif, terampil, dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana, ” ujar Yohani Widayati, Jumat (27/3/2026).

    "Dengan memberdayakan warga binaan yang memiliki keahlian untuk menjadi pengajar, kami tidak hanya menciptakan proses belajar yang partisipatif, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta semangat saling mendukung di dalam lingkungan pembinaan, ” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bungawali, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan warga binaan.

    Ia juga berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan menjadi bekal yang bermanfaat di masa mendatang.

    “Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat terus diasah dan dikembangkan, sehingga menjadi keterampilan yang bernilai guna serta mampu mendukung warga binaan untuk hidup lebih mandiri, positif, dan produktif setelah kembali ke masyarakat, ” tutupnya.(*)

    Shanty SH

    Shanty SH

    Artikel Sebelumnya

    Diduga Ada Pungli Rp.50 Ribu di SMP Negeri...

    Artikel Berikutnya

    Dugaan Korupsi Dana Desa Pallangga, Irbansus...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    3 Bulan Diduga Makan Gaji Buta, Mantan Plt Kasek SMPN 3 Pallangga Tidak Pernah Masuk Mengajar
    Jaringan Curanmor Lintas Wilayah Terbongkar, Pelaku Licin Diringkus
    Seminar Nasional konflik Iran–Israel–AS, Bukan Hanya Perang Biasa dan Ideologi
    BEI Delisting 18 Emiten, Sritex Hingga SBAT Terancam

    Ikuti Kami